Sunday, 24 June 2012

Sedekah Paling Afdhal


Islam telah menghimbau umatnya untuk saling saling menolong dalam hal-hal yang mendukung kebaikan dan ketakwaan. Dengan itu, jalinan antar komponen masyarakat Muslim akan semakin erat. Sebab si kaya akan memperhatikan kondisi sulit si miskin. Dan si miskin pun tidak perlu merendahkan diri dengan meminta-minta.

Secara khusus tentang sedekah, Allah azza wa jalla juga menghimbau perbuatan baik ini di banyak ayat. Ini menunjukkan manfaat besar sedekah bagi masyarakat umumnya. Banyak dalil, baik dalam al Qur'an maupun hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang mencatat keutamaan bersedekah. Di antaranya Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." [QS.al Baqarah/2:280]

Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak." [QS.al Baqarah/2:245]

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan bahwa bersedekah sama sekali tidak mengurangi harta yang dimiliki seseorang, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya:
"Tidaklah sedekah itu mengurangi kekayaan." [HR.Muslim no.4689, at Tirmidzi no.1952 dan Ahmad no.6908]

Keutamaan Sedekah [1]
1.  Memperoleh al-birr (kebaikan)

Allah azza wa jalla befirman: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." [QS.Ali 'Imran/3:92]

2.  Balasannya sangat berlipat ganda

Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeuarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui." [QS.al Baqarah/2:261]

3.  Menghapuskan kesalahan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: "Sedekah itu menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api." [HR.at Tirmidzi]

4.  Memadamkan kemurkaan Allah ta'ala

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya: "Sedekah yang sembunyi-sembunyi itu memadamkan kemurkaan Allah." [Hadits hasan, Shahiihul Jaami’'no.3797]

5.  Menyelamatkan dari akhir kematian yang buruk

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: "Tindakan-tindakan yang baik melindungi diri dari kematian-kematian yang buruk." [Hadits hasan, Shahiihul Jaami’ no.3797]

6.  Mengantarkan ke Syurga

Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." [QS.Ali 'Imran/3:133-134]

7.  Menyelamatkan dari api neraka

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: "Bentengilah diri kalian dari neraka walau dengan sebuah kurma." [HR.Al Bukhari & Muslim]

8.  Memudahkan masalah dan kesulitan

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya:
"Barangsiapa menyelesaikan kesulitan seorang Mukmin di dunia, niscaya Allah akan menyelesaikan satu masalahnya di akhirat kelak. Dan barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang dalam kesulitan (terjerat hutang), niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat." [HR.al Bukhari & Muslim]

9.  Obat bagi orang-orang sakit

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: "Obatilah orang-orang sakit dari kalangan kalian dengan bersedekah." [Hadits hasan, Shahiihul Jaami’'no.3358]

Sedekah-Sedekah yang Paling Afdhal [2]
1.  Shadaqatus sirr (Sedekah dengan sembunyi-sembunyi tanpa ada orang lain yang mengetahuinya)

Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu." [QS.Al Baqarah/2:271]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Dalam ayat ini terkandung pelajaran bahwa menyembunyikan sedekah itu lebih baik daripada menampakkannya. Sebab jauh dari riya’, kecuali bila pemberian sedekah secara terang-terangan mengandung kemashalatan yang jelas (misalnya mendorong orang lain untuk bersedekah pula, red)." [3]

Selain itu, sedekah dengan cara ini 'menyelamatkan' muka dan kehormatan fakir miskin yang menerimanya. Ini merupakan tindakan baik yang dilakukan seorang dermawan kepada fakir miskin. [4]

2.  Sedekah dengan ikhlas, tulus hati dan tidak mengungkit-ngungkitnya di hadapan si penerima

Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)."  [QS.Al Baqarah/2:264]

3.  Sedekah dalam kondisi sehat

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya yang artinya: "Sedekah apakah yang paling besar ganjarannya? Beliau shalallahu 'alaihi wasallam menjawab yang artinya: "Engkau bersedekah dalam keadaan sehat lagi ingin menahan (kikir); mengkhawatirkan kemiskinan dan mengharap hidup berkecukupan." [Muttafaq ‘alaih]

4.  Bersedekah di tempat-tempat yang mulia seperti kota Mekkah dan Madinah

Karena selain tempatnya yang mulia (suci), Allah ta’ala memerintahkan bersedekah disana. Allah azza wa jalla berfirman, artinya: "Maka makanlah sebagian darinya (daging kurban) dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang) yang sengsara lagi fakir." [QS.Al-Hajj/22:28]

5.  Bersedekah di bulan suci Ramadhan

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu berkata yang artinya: "Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang paling dermawan. Dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat berjumpa Jibril. Beliau lebih mulia hati daripada angin yang bertiup." [HR.Bukhari & Muslim]

6.  Bersedekah pada kondisi-kondisi yang mendesak (di daerah bencana atau kepada orang yang sangat membutuhkan)

Allah ta'ala berfirman, artinya: "Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir." [QS.al Balad/90:14-16]

7.  Sedekah yang diberikan kepada kaum kerabat lebih utama daripada orang yang jauh (tanpa ada hubungan kekerabatan). Allah azza wa jalla telah berwasiat agar kaum kerabat memperhatikan kerabat lainnya.

Allah azza wa jalla menyebut hak mereka, seperti firman-Nya dalam banyak ayat, di antaranya yang artinya: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya." [QS.al Isra'/17:26]

Kedermawanan Salah Satu Karakter Orang-Orang Yang Berpuasa
Ramadhan adalah kesempatan emas bagi setiap insan Muslim dan Muslimah untuk menuai limpahan pahala dari Allah azza wa jalla al-Karim dan membersihkan diri dari noda-noda dosa dan kesalahan. Selanjutnya mereka dapat menggapai ridha Illahi azza wa jalla dan mencapai derajat ketakwaan yang menjadi inti hikmah pensyariatan ibadah puasa.

Beramal shalih di waktu-waktu yang utama akan berpengaruh pada peningkatan kualitas ibadah itu sendiri dan pahalanya. Misalnya di bulan Ramadhan, aktivitas ibadah seorang Muslim baik yang bersifat individu atau sosial akan bernilai lebih tinggi; termasuk di dalamnya sedekah dan infak.

Bersedekah secara mudah berarti memberi orang-orang yang membutuhkan dan berbagi dengan mereka, semampunya. Antara bersedekah dan ibadah puasa sebenarnya mempunyai hubungan yang sangat kuat. Setelah merasakan lapar dan haus disiang hari, orang berpuasa akan mengingat betapa berat hidup yang dialami komponen masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan; yang mencari sesuap nasi saja sudah susah. Disinilah diharapkan puasa memancarkan pengaruh positif bagi pelakunya untuk mau berempati kepada orang-orang papa melalui sedekah dan bantuan material lainnya.

Dalam al Qur’an, Allah ta’ala menyandingkan ibadah puasa dengan bersedekah dalam firman-Nya yang artinya: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." [QS.Al Ahdzab/33:35]

Di antara jenis sedekah yang sangat dianjurkan yaitu memberi makan orang yang akan berpuasa (Ifthaarus Shaaimiin). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: "Barangsiapa memberi makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala sebagaimana orang yang berpuasa tanpa mengurangi orang yang berpuasa tersebut sedikitpun." [HR.Ahmad, at Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad shahih]

Penutup
Bersedekah atau berinfak sangat dianjurkan oleh syariat. Selain bermanfaat bagi si penerima, maka si pemberi sedekah juga memperoleh manfaat yang banyak untuk timbangan kebaikannya dan pembentukan pribadinya. Bersedekah dapat memberi pengaruh yang sangat positif bagi yang bersangkutan hingga menjadi insan yang lapang dada, berjiwa baik dan berhati tenang. [5] Akhir kata, marilah kita hiasi bulan suci Ramadhan dan bulan-bulan lainnya dengan bersedekah (sesuai dengan kemampuan). Wallahu a'lam.

Note:
[1] Silahkan lihat Tadzkirul Anam Bi Durusis Shiyam, Syaikh Sa’ad bin Sa’id al Hajri, Dar Ibnil Jauzi Cet.1 Thn.1428H hal.26-27
[2] Jenis-jenis sedekah yang paling afdhal ini di adaptasi dari al-Mulakhkhas al Fiqhi, Syaikh Shalih al Fauzan, Dar 'Ashimah Cet.1 Thn.1423H (1/368-369)
[3] Tafsir Ibni Katsir (1/701)
[4] Thariq Hijratain hal.376. Nukilan dari Tajridul Ittiba’ Dr.Ibrahim ar Ruhaili, Maktabah Ulum wal Hikam Cet.1 Thn.1424H
[5] Silahkan lihat Zaadul Ma’aad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad, Imam Ibnul Qayyim (1/22)

Diketik ulang dan di edit sedikit (tanpa merubah makna) dari Majalah as Sunnah Edisi 05 Thn.XIII, Sya'ban 1430/Agustus 2009, Rubrik Baituna hal.1-5.  Sumber:   http://alqiyamah.wordpress.com/.

Dipublikasikan kembali oleh : Muslim Facebook Peduli Umat

No comments:

Post a Comment